RASPAD3 Full Review

RASPAD3 akan menjadikan Raspberry Pi sebuah komputer portable dan sekaligus sebuah tablet.

RASPAD3 yang saya sedang review ini adalah generasi ketiga yang dibuat oleh SunFounder. Sejak semula saya ingin Raspberry Pi yang menjadi sebuah komputer portable karena saya memang  menggunakan Pi sebagai komputer harian untuk mengadministrasi kelas, mengajar, membuat materi, teleconference dan juga untuk tinkering. Untuk keperluan itu selama ini saya ditemani oleh portable monitor, power bank dan 3 kabel (HDMI, kabel power untuk monitor dan Pi) untuk membuat portable station di ruang kelas atau dimanapun saya bekerja.

Portable Setup

RASPAD3 sebenarnya bukan produk pertama yang saya pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih dan membelinya. Ada beberapa produk yang menawarkan kepraktisan misalnya: NexDock, PiTop, CrowPi bahkan Raspberry Pi 400. Produk-produk yang bagus tersebut sangat baik namun dari segi value-for-money, belum bisa diterima. Garis besar kelebihan dari RASPAD3 yang sangat positif antara lain:

  • Layar sentuh 10 inch
  • Housing yang ergonomis
  • Port yang ditempatkan pada satu sisi
  • Built-in battery

Tulisan ini panjang karena akan memaparkan tentang proses perakitan dan pengalaman menggunakan RASPAD3.

Unboxing

Saya mendapatkan produk ini dari Kickstarter pada bulan September 2020 dan dengan harga early bird. Berdasarkan urutan backer, saya berada pada batch produksi kedua. Jika batch pertama pengiriman dilakukan pada akhir November, maka batch kedua dilakukan pada Desember 2020. Aktualnya, pengiriman batch kedua baru dilakukan pada 21 Januari 2021 dan akhirnya saya terima tanggal 1 Februari 2021. Boxnya besar, kira-kira seukuran box sepatu olah raga ukuran 40-an.

Adapun isi dari box ini antara lain:

  1. Unit RASPAD3
  2. Kabel USB A to USB A
  3. Dua kabel Micro HDMI – Micro HDMI
  4. Kabel USB C – USB C
  5. Kabel LAN
  6. Kabel USB C – barrel jack
  7. 3 pcs heatsink
  8. Fan
  9. Accelerometer
  10. Charger adaptor 15 volt
  11. Obeng dan skrup
  12. Buku panduan dan foam proteksi layar saat merakit

Perakitan

Membuka housing RASPAD3 cukup dengan memutar 5 skrup pada sisi bawah. Setelah semua skrup terlepas ungkit cekungan di sisi kanan bawah, untuk memisahkan bagian atas dan bagian bawah.

 

Paket ini menyertakan sebuah pocket book yang memberikan informasi grafis tentang tahapan untuk memasang Raspberry Pi ke dalam RASPAD3.  Developer yang membuat instuksi ini sangat paham dengan tingkat kejelasan tiap-tiap tahapan, sehingga perakitan ini bahkan bisa dikerjakan oleh anak-anak 7-9 tahun dengan mudah karena mereka sudah terbiasa dengan instruksi permainan LEGO. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rakitan adalah sekitar 10 menit. Obeng yang disertakan dalam paket, sangat bermanfaat. Serasa membeli dan memasang furitur dari IKEA, semua ada di dalam paket, tidak perlu yang lain lagi, just follow the instruction.

Exterior

Body RASPAD3 terbuat dari plastik injection mold dengan ketebalan sama seperti official Pi case. Dengan luas penampang yang besar, ketebalan body ini terasa tipis. Distribusi bobot tidak merata diseluruh unit. Bagian atas terasa lebih berat karena battery terletak disana. Jika RASPAD3 sampai jatuh dari ketinggian pinggang orang dewasa (ketinggian yang biasa dipakai dalam drop-test produsen gadget), dengan bobot kira-kira 600 gram, kemungkinan besar body bagian atas layar akan retak atau atau pecah. Hal ini mengingatkan bahwa secara umum, kita harus hati-hati dalam menggunakan barang elektronik apapun.

Display

Ukuran 10 inch dengan resolusi 1280×800 sebenarnya sangat cukup untuk kegiatan yang saya lakukan dengan Raspberry Pi. Layarnya jelas bukan kelas yang paling tajam seperti Galaxy Tab atau iPad, tetapi juga bukan kelas yang jelek. Produsen tidak menjelaskan spesifik tentang spesifikasi layarnya. Untuk pembanding, tingkat kecerahan dan kontras baik sama dengan portable monitor yang saya beli dari Aliexpress beberapa tahun yang lalu, sehingga teks dapat dibaca dengan nyaman. Display ini memiliki fitur capacitive touch screen, meskipun bukanlah hal yang saya sering gunakan, tetapi akan sangat memberikan kenyamanan (convenient) apabila dibutuhkan saat bekerja tanpa keyboard.

Jika dibandingkan dengan layar 7 inch dari Raspberry Pi Foundation kualitas feel dan responsiveness touch screen RASPAD masih berada dibawah, tetapi tidak berbeda jauh. Touch screen bisa langsung digunakan tanpa setup dan kalibrasi bahkan saat layar dirotasi, posisi pointer menyesuaikan.

Design layar dengan bezel yang tebal ini memang diperuntukkan untuk memberikan ruang horizontal untuk Raspberry Pi dan juga logic board yang ada di baliknya. Layar juga sudah diberi lapisan anti gores sehingga lebih aman dan nyaman saat digunakan.

Display adalah fitur utama dari RASPAD3, jadi komponen terbesar ini harus diproteksi dengan baik agar tidak retak apalagi rusak. Jika rusak, maka bukan RASPAD lagi namanya.

Layout

Penempatan port dari RASPAD3 sangat baik. Pada sisi kiri (layar orientasi 0 derajat), terdapat port LAN,  3x USB 3, 1x Full HDMI, 3.5 jack (audio only) dan barrel jack untuk power inlet.

Sisi kiri

Pada sisi kanan diletakkan slot micro sd card, tombol power, brightness, volume dan led indikator power dan status battery. Pengaturan kecerahan layar dan volume bisa langsung dilakukan dengan tombol fisik dengan tampilan on-screen display.

Sisi kanan

Pada sisi depan ada slot untuk kabel 40 pin jika kita ingin mengakses GPIO dan tidak ada slot/port pada sisi belakang.

Sisi depan

Pada sisi bawah terdapat beberapa lubang ventilasi dan juga lubang untuk mengakses port CSI.  Mengakses CSI port dari bagian bawah unit RASPAD mungkin tidak terlihat praktis. Tetapi RASPAD juga dapat dioperasikan dengan layar terbalik (sisi depan sebagai alas).

Sisi bawah

Interior

Saat dibuka, bagian dalam RASPAD3 sudah terpasang logic board di sisi kiri untuk ports dan daugther board disisi kanan untuk tombol dan led indikator. Sisi depan terdapat battery dan dua speaker pada sisi belakang.

Interior RASPAD tanpa Raspberry Pi

Logic board tidak hanya berfungsi sebagai port extension dari Pi, melainkan juga untuk power management, touch screen dan amplifier audio.

Kabel-kabel extension yang disertakan dalam paket, panjangnya sudah disesuaikan dengan jarak antara posisi Pi dengan logic board. 

SunFounder memberikan sebuah accelerometer shim yang disematkan (tanpa solder) pada pin I2C untuk merotasi layar secara otomatis tergantung orientasi saat mengoperasikannya.

Accelerometer Shim

Operating System

RASPAD OS yang direkomendasikan dapat digunakan out-of-the box. Seluruh fungsi dapat langsung berjalan. RASPAD OS adalah Pi OS 32-bit dengan full software standard. Tampilan start menu disesuaikan dengan penggunaan touch screen, yaitu dengan tampilan icon yang besar, sehingga terkesan lambat jika dibandingkan dengan Pi OS 32-bit standar.

Overclock Pi maksimum yang dapat ditoleransi oleh Pi 4 4GB yang saya gunakan dalam RASPAD3 adalah 2000 MHz. Jika kita berikan nilai maksimum pada 2147 MHz, Pi akan gagal boot. Untungnya overclock Pi bisa dilakukan dengan mudah, tinggal ganti arm_freq = 2000 di /boot/config.txt, maka RASPAD kembali normal.

Ubuntu MATE 20.04 64-bit yang biasa saya pakai di Pi 4 8GB bisa digunakan langsung tapi dengan penyesuaian overclock di 2000 MHz. Max frequency 2147 MHz akan mengakibatkan gagal boot. Screen rotation Ubuntu MATE tidak berjalan otomatis mengikuti orientasi dari RASPAD3. Kita perlu merubah screen orientation secara manual.

Temperatur

RASPAD3 menyertakan heatsink dan fan untuk membuang panas berlebih sehingga Pi tidak kepanasaan dan menjadi throttling. Fan tersebut mendapat power dari logic board dan bukan dari Pi langsung. Berikut ini beberapa event untuk menggambarkan pergerakan temperatur Pi tergantung dari aktivitas CPU dan posisi dari RASPAD.

Table-flat Up-right
Setelah boot 40-41 38-39
Chromium 54-55 50-51
Youtube 58-60 55-56
Google Meet 62-63 58-60

Posisi RASPAD3 memberikan pengaruh karena ventilasi ada pada bagian bawah. Jika RASPAD3 ditegakkan (up-right), maka lebih banyak udara panas yang dialirkan keluar.

Suara dari fan saat dioperasikan dengan 5 volt memang terdengar desigannya, tetapi tidak menganggu. Nilai kebisingannya sekitar 54 db (diukur pada ventilasi fan) atau 47 db (diukur dekat telinga kita). Memang kita tidak akan mendapatkan fan yang ketenangannya sekelas Noctua, telebih lagi ukuran fan yang tergolong kecil sehingga ada suara dengan pitch yang tinggi.

Power

Sumber tenaga yang digunakan dalah 3 buah battery 18650 yang disusun secara seri sehingga tegangan yang dihasilkan berjumlah 11 volt. Kapasitas battery yang disematkan dalam unit RASPAD3 tertulis 35.52 Watt-hour atau 3200 mAH. Menurut claim dari produsen, battery ini dapat digunakan selama 5 jam non-stop. Klaim itu sepertinya typical value. Dari tiga led indikator yang diberikan, satu led akan mati setelah penggunaan sekitar 1.5 jam. Penggunaan yang saya maksud disini adalah dengan screen brightness 25%, wifi menyala, aktivitas coding atau menulis dan tidak ada video YouTube yang diputar. Hal yang paling menyenangkan adalah charging dapat dilakukan saat mengoperasikan RASPAD3 tanpa muncul tanda petir (low voltage).

Belum ada informasi sejauh ini apakah battery 18650 yang digunakan memiliki recharge rate yang tinggi. Dari sticker terlihat battery dibuat pada bulan Desember 2020. Mungkin dalam 2 tahun, kapasitasnya akan menurun hingga satu titik ketiga battery tersebut harus diganti.

Charger yang diberikan memiliki tegangan keluaran 15 volt 2A (30 watt). Untuk mengisi battery dari indikator 1 led menuju full (3 led) membutuhkan waktu kira-kira 3 jam.

Andaikata battery habis dan tidak ada sumber listrik AC, kita masih tetap dapat mengoperasikan RASPAD3 dengan powerbank. RASPAD3 menyertakan sebuah kabel dari USB-C ke barrel jack untuk menyalakannya dengan powerbank yang memiliki port PD (=Power Delivery).

RASPAD3 masih belum bisa memutus arus listrik secara otomatis setelah Raspberry Pi shutdown. Hal ini mungkin juga karena dari Pi nya sendiri yang masih tetap mengkonsumsi daya meskipun masih sudah off (bandingkan dengan Jetson Nano yang bisa melakukannya). Hal ini perlu diingat untuk memastikan power sudah dimatikan setelah Pi shutdown agar battery tidak habis percuma.

Audio

RASPAD3 menyertakan dua speaker (output mono) dan satu slot headphone stereo 3.5 mm. Hanya audio yang keluar dari headphone ini, bukan termasuk A/V. Kualitas suara lumayan, tidak pecah saat volume maksimal. Besar/kecil volume dapat diatur langsung dengan tombol disisi kanan.

Jika kita hendak menggunakan RASPAD3 untuk kegiatan conference, lebih baik menggunakan USB soundcard yang dilengkapi dengan microphone.

Posisi terbaik untuk mendengarkan suara speaker built-in adalah table-flat. Karena posisi speaker berada pada sisi bawah dan dekat dengan kita. Pantulan suara ke meja akan membuat suara lebih terarah ke telinga kita.

Suara akan lebih lirih jika kita menggunakan RASPAD3 pada posisi up-right karena speaker menjauhi kita, kecuali jika RASPAD3 dihadapkan pada dinding yang akan memantulkan suara itu ke telinga kita.

External Monitor

Saat mengajar kelas coding online, saya membutuhkan monitor kedua agar dapat menampilkan video dan materi secara terpisah atau sekedar menduplikasi layar agar membantu siswa yang mengikuti kelas offline. Kebutuhan dua layar ini sangat diperlukan karena memperlancar pekerjaan. RASPAD3 menghadirkan full size HDMI untuk monitor kedua.

Dual Screen

Saat menggunakan dua layar sekaligus, maka fungsi touch screen secara otomatis tidak aktif. Setelah external monitor dilepas, maka fungsi touch screen kembalikan seperti semula.

Screen rotation masih berfungsi dan secondary monitor tetap pada posisinya jika mode “Extended Desktop” di lakukan. Jika mode “Duplicate” digunakan, maka secondary monitor akan ikut berputar.

Sama seperti Pi OS, RASPAD OS dan Ubuntu MATE belum mendukung dual-display dilakukan on-the-fly seperti halnya laptop pada umumnya. Kita perlu restart Pi untuk masuk ke dalam dual screen mode. Respon layar saat dalam mode dual-screen lebih baik dalam mode “Duplicate” dibandingkan dengan “Extended Desktop”.

Kesimpulan

Demikian review lengkap dari RASPAD3, saya akan mencoba menggunakan RASPAD OS untuk beberapa waktu kedepan. RASPAD3 bukanlah sekedar sebuah casing yang dilengkapi layar dan berbagai macam hal lainnya. Tetepi sebuah solusi untuk membuat Pi lebih mudah dan lebih nyaman untuk digunakan sehari-hari. Jika sebelumnya saya bekerja dengan banyak kabel, saat ini tidak ada kabel lagi hanya RASPAD3, keyboard dan mouse.

Ringkas

Jika kita membuat produk yang sama secara DIY, maka menghasilkan bentuk dan fungsi serupa kita mungkin akan mengeluarkan dana 30-50% lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan RASPAD3. Semoga developer juga mempublikasikan tentang schematic dari logic board, daughter board battery dan juga tentang aktivasi autorotation pada OS selain RASPAD OS.

Tentu saja saya harus lebih berhati-hati untuk menjaga agar RASPAD3 yang sangat fungsional ini tetap awet.

Sekian review produk ini, kiranya bermanfaat. Terima kasih.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s